Sunday, December 11, 2011

Penyakit Ayam Kampung

 
Beberapa penyakit yang umum menyerang ayam kampung di Indonesia adalah:

1. Tetelo atau Newcastle Disease

Penyakit tetelo di temukan di Indonesia pada tahun 1926, tepatnya di Kota Bogor. Akan tetapi, pada tahun yang sama, Doyle menemukan suatu penyakit baru di Newcastle, Inggris yang disebabkan oleh virus. Oleh karena itu penyakit ini dinamakan Newcastle disease dan bukan Bogor disease. Di Indonesia disebut dengan tetelo.
Penyakit ini disebabkan oleh Myxovirus multiforme dari grup Myxoviruses. Jadi penyebabnya adalah virus. Virus belum mampu dikalahkan oleh manusia. Ini artinya bila ayam sudah terkena tetelo, maka kecil kemungkinan untuk disembuhkan. Cara teraman adalah cepat-cepat dipotong dan dapat dimasak.
Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan vaksinasi. Vaksin inilah yang akan menimbulkan kekebalan untuk virus tetelo. Vaksin akan menggerakkan sistem pertahanan ayam agar mampu menghadapi Myxovirus multiforme. Sistem pertahanan ini akan melawan virus. Inti penyakit memang pada kuat atau lemahnya sistem daya tahan tubuh ayam yang terserang. Akan tetapi, itu untuk yang sehat. Untuk yang sakit atau sudah terkena, tidak ada jalan lain kecuali dipotong.
Tanda spesifik yang terlihat pada ayam kampung yang terkena ND adalah kepala mengarah ke atas dan tertekuk ke belakang. Mata mengantuk, tidak mau makan, dan sayap terkulai. Kepala yang mengarah ke atas itulah tanda spesifiknya yang disebut juga dengan tortikolis. Bila sudah ada yang terkena, maka kematian pasti terjadi. Angka kematian atau mortalitas ini dapat mencapai 90% dari total ayam yang dipelihara.
Penyakit ini sebenarnya tidak berlangsung secara mendadak. Asalkan peternak rajin menjalankan fungsi pengendalian dan pengawasan, maka gejala awal serangan dapat diketahui. Bila konsumsi ransum sudah mulai menurun dan ayam tampak sudah tidak gairah, saat yang tepat untuk pencegahan.

2. Berak Kapur

Penyakit ini sering menimpa ayam kampung dewasa dan membawa kematian pada ayam kampung muda. Lebih gagah penyakit ini dinamakan dengan bacillary white diarrhoe atau pullorum disease.
Ayam kampung yang terserang penyakit ini mempunyai tanda spesifik: tinja berwarna putih bagaikan kapur. Selain itu mata mengantuk, sayap terkulai, merendek (terduduk bagaikan kedinginan), dan tidak ada nafsu makan. Kondisi ayam yang demikian, mempunyai peluang yang besar untuk mati. Akan tetapi, angka kematiannya jauh lebih kecil daripada tetelo.
Penyakit yang disebabkan oleh Sallmonella ini dapat diobati, misalnya dengan pemberian furazolidone atau antibiotika lainnya yang dapat Anda beli di toko-toko bunga. Untuk yang masih sehat, diberikan dosis pencegahan melalui air minum dan untuk yang sakit tadi dengan cara disuntikkan di dada.

3. Pilek

Penyakit ini memang menampakkan lender pada ujung lubang hidung ayam. Tanda umum penyakit juga tampak, seperti tak mau makan, sayap terkulai, mata terpejam, dan tidak aktif.
Sebenarnya penyakit ini agak jarang terjadi pada ayam kampung, tetapi sering sekali terjadi pada ayam ras. Penyakit ini memang ada kaitannya dengan lingkungan, terutama sekali terjadi di musim penghujan dengan kelembapan yang tinggi. Meskipun ayam kampung telah lama beradaptasi dengan cuaca seperti itu, tetapi ada pula yang terkena penyakit ini. Apabila peternak tidak waspada di musim penghujan, umumnya anak ayam dan ayam remaja terserang penyakit ini.

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan preparat sulfa. Jenis obat ini mempunyai berbagai merek dagang dan dengan mudah dapat ditemukan di toko-toko yang menyediakan obat-obatan untuk unggas. Hal yang penting dalam pencegahannya adalah waspada di musim hujan. Juga dengan memberikan makanan yang cukup dan dengan kualitas yang baik, serta pemantauan kesehatan ayam melalui fungsi pengendalian. Bila sudah terlihat ada penurunan konsumsi, segera diberikan campuran vitamin-mineral dalam air minum ayam.

4. Cacing

Pada peternakan ayam kampung yang intensif sebenarnya kasus ini jarang terjadi, umumnya terjadi pada ayam yang dipelihara secara tradisional.
Bila cacing ini dibawa oleh hewan atau burung yang ikut memakan sesuatu dan kelak sesuatu itu dimakan ayam. Inilah sebabnya pada pemeliharaan sistem kandang berhalaman, makanan yang diberikan 3 kali sehari jangan ada yang tersisa di bak makanan. Pada sistem kandang berhalaman ini, bak makanan dan minuman ada di luar kandang. Oleh karena itu, ada kemungkinan hewan pembawa penyakit (burung atau siput) di bak ransum itu ketika ayam makan. Ini pula sebabnya mengapa pada sistem kandang berhalaman ini, bak air dan bak ransum harus selalu dibersihkan sebelum ransum dan air baru dituangkan ke bak tersebut. Jadi cacingan ini hanya terjadi pada peternakan yang kotor dan peternak tidak menjalankan fungsi pengawasan.

5. Kutu

Kutuan ini terjadi akibat kandang yang kotor dan kurang sinar atau terlalu gelap. Hal ini terjadi akibat salah dalam merancang kandang ditambah lagi peternak malas membersihkan kandang. Bak telur atau rak telur merupakan sarang kutu yang subur, sebab rak itu umumnya ditempatkan di bagian yang gelap (ayam senang bertelur di tempat-tempat yang agak gelap) dan disitulah kutu-kutu ini subur. Ini pula yang menyebabkan kutuan lebih banyak menyerang ayam dewasa dari pada ayam remaja (cara melihatnya, kuak bulu ayam bagian tubuh sebelah atas atau di bawah sayap), cara membasminya, seluruh kandang disemprot dengan obat kutu terutama di bak telur.

Penyebab Penyakit Pada Ayam Kampung

Dalam keadaan dan cuaca normal, kualitas dan jumlah makanan cukup, dan pemeliharaan ayam yang baik, maka mikroorganisme perusak tubuh ayam juga dalam keadaan normal, tidak ada saling merusak satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, bila terjadi gangguan dari keadaan normal itu, misalnya cuaca yang buruk akan menyebabkan mikroorganisme perusak mempunyai kesempatan untuk bergerak. Demikian pula bila makanan kurang atau pemeliharaan tidak baik akan merusak keadaan yang normal dan akan mengakibatkan kesempatan bagi mikroorganisme perusak untuk masuk ke dalam tubuh ayam.

Beberapa mikroorganisme penyebab penyakit pada ayam adalah sebagai berikut:

1. Bakteri

Ayam yang terserang penyakit karena bakteri pada umumnya mudah untuk disembuhkan dengan antibiotika. Pencegahannya mudah dilakukan asalkan benar-benar dilaksanakan.

2. Virus

Ayam yang terserang penyakit karena virus sulit disembuhkan dan hingga kini belum ada obatnya. Salah satu contoh yang penting adalah penyakit tetelo yang terkenal itu.

3. Parasit dan Protozoa

Ayam yang terserang parasit pada umumnya tidak menyebabkan kematian, tetapi pada umumnya menyebabkan gangguan pada ayam. Jenis parasit pada umumnya misalnya cacing, kutu dan lain-lain. Sedangkan protozoa dapat menyebabkan kematian pada anak ayam. Contohnya adalah penyakit berak darah.

Pada ayam kampung penyakit yang disebabkan virus dan parasit populer sekali. Ini disebabkan oleh cara pemeliharaan yang tidak bersih.

Selain karena mikroorganisme, penyakit pada ayam kampung dapat disebabkan oleh faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit pada ayam diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Temperatur dan kelembapan pada musim hujan

Keadaan yang menjadi basah dan lembab mendorong bibit penyakit untuk berkembang biak dan mempunyai kekuatan untuk menyerang ayam. Hal ini dapat dilihat bagi pemelihara yang tidak waspada, sehingga banyak ayam yang sakit di kala awal musim hujan.

2. Pemeliharaan

Pengaruh pemeliharaan yang buruk jelas mempengaruhi daya tahan tubuh ayam. Misalnya kandang yang kotor atau di dalam kandang terlalu padat. Oleh karena itu penuntun cara pemeliharaan harus diperhatikan baik-baik.

3. Makanan

Kekurangan salah satu zat makanan, misalnya kekurangan vitamin dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat atau kelebihan garam dapat menyebabkan tinja encer. Semua itu lazimnya disebut penyakit defisiensi atau keracunan. Apabila terjadi defisiensi, sebaliknya berikan vitamin yang dibutuhkan ayam dalam ransum. Begitu pula bila terjadi keracunan.

Masalah penyakit pada ayam kampong sebenarnya tidak terlalu serius seperti pada ayam ras. Ayam ras memang produksinya tinggi, tetapi daya tahan terhadap penyakit tidak terlalu baik. Sebaliknya pada ayam kampung yang mempunyai sifat-sifat ayam setengah liar, masih mempunyai kemampuan atau daya tahan terhadap penyakit yang tinggi, tetapi produksinya rendah. Daya tahan itu bukan mutlak, karena ayam kampung masih dapat diserang oleh penyakit.
 
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksin yang diswebut “ Vaksin NCD pola 4-4-4” . maksudnya , vaksin NCD diberikan pada ayam yang berumur empat hari, empat minggu dan empat bulan. Tahap pemberian vaksin adalah sebagai berikut :
  1. Untuk anak ayam berumur empat hari, diberi vaksin dengan cara tetes mulut atau tetes mata. Pemberian menggunkan pipet tetes. Pada mata diberikan masing-masing satu tetes. Tetesan pada mulut dilakukan sebanyak dua tetes.
  2. Untuk ayam berumur empat minggu dan empoat bulan, dilakukan pencegahan dengan cara penyuntikan, sebelum penyuntikan vaksin diencerkan dulu.

Pepaya (Carica Papaya) dengan family Caricaceae merupakan tanaman yang aslinya dari amerika tengah. Di indonesia tanaman pepaya dapat ditanam hingga 1000 m dpl, akan tetapi dapat juga diusahakan pada daerah ketinggian hingga 1200-1500 m dpl. Di daerah sub tropis yang cukup panas, pepaya juga dapat diusahakan seperti di florida.
Zat-zat yang terkandung pada tanaman pepaya adalah sebagai berikut :
  1. Daun : Enzim Papain, Alkaloid Karpaina, Pscuda Karpaina, Glikosid, Karposid dan Saponin.
  2. Buah : Beta Karoteene, Peetin, D-galactosa, L-arabinosa, Papein, Papayotimin papain dan vitokinose
  3. Biji : Galactosa Cacarin, Karpain
  4. Getah : Papain, Kemokapain, Lisosim, Glutamin dan Siklotransferase
Khasiat-khasiat dari tanaman pepaya dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Daun : mengobati malaria, demam dan jengkolan
  2. Akar : digigit ular berbisa
  3. Kulit buah: kulit melepuh karena panas
  4. Biji buah : beruban sebelum waktunya dan mengobati penyakit cacing gelang pada manusia
  5. Buah : menyembuhkan penyakit buang air besar tiadak lancar, maag, sariawan, merangsang nafsu makan

No comments:

Post a Comment